Tuesday, 4 September 2018

SEJARAH IKS.PI KERA SAKTI CABANG JAYAWIJAYA

Sejarah perguruan IKS PI KERA SAKTI ( ikatan keluarga silat putra indonesia - kera sakti ) Cabang Jayawijaya dimulai pada tanggal 25 Juli tahun 2018. Awal dibukanya Cabang Jayawijaya tersebut memiliki 9 orang siswa yang dilatih oleh sekitar 10 orang warga, tempat latihan berada di Jl. Yos Sudarso kota Wamena, sedangkan hari latihan adalah pada hari Senin, Rabu, dan Jumat.
Sebelum disahkan menjadi sebuah Cabang, ternyata sekitar tahun 2011-2017 bertempat di daerah Gunung Susu Kota Wamena sudah dibuka tempat latihan. Beberapa warga IKS yang berdomisili di Kota Wamena sering berhubungan silahturahmi sesama warga IKS.PI Kera Sakti. Para warga berusaha semaksimal mungkin mencari tempat latihan agar bisa mengembangkan perguruan dan memperluas status IKS.PI agar lebih dikenal di Kab. Jayawijaya, Namun karena terbatasnya tempat latihan dan terkendala belum adanya surat perijinan latihan, maka proses perkembangan latihan pada saat  itu menemui beberapa kendala.
Terlepas dari kesibukan kesibukan mereka bekerja, Namun bukan menjadi sebuah halangan bagi para Warga dan Pendekar IKS.PI di kota Wamena pada saat itu untuk memperluas Perguruan di Kab. Jayawijaya. Seiring waktu hubungan tali silahturahmi para Warga dan Pendekar tersebut memunculkan pertemuan-pertemuan utk membahas pembentukan Cabang Jayawijaya beserta tempat latihan yang akan digunakan.
Pertemuan-pertemuan tersebut untuk membahas pembentukan cabang dan berbagai diskusi selama  kurang lebih 6 Bulan membuahkan hasil yang memuaskan berupa Surat Keputusan Pembukaan Cabang Jayawijaya Nomor: 126/SK/IKSPI/Pusat/VII/2018 tanggal 25 Juli 2018 oleh Ketua Umum IKS.PI Kera Sakti Bpk Drs. Bambang Sunarja, MA. Deklarasi pembukaan Cabang baru itulah yang berjalan dengan sukses tanpa ada hambatan apapun semua berkat Doa para Warga dan Pendekar IKS.PI Kera Sakti yang tiada hentinya demi mengembangkan perguruan.
Latihan perdana Cabang Jayawijaya bertempat di halaman Kantor Bupati lama Kompleks Kota Wamena  dengan diikuti siswa sebanyak 9 orang yang kemudian disahkan menjadi Warga Tingkat I sabuk biru Angkatan 119 sebagai angkatan pertama yang disahkan di Cabang Jayawijaya,  selanjutnya seiring waktu lambat laun siswa bertambah sekitar 60 orang yang dilatih oleh warga Angkatan pertama tersebut serta dibimbing oleh Warga dan Pendekar yang lebih senior, sekaligus dibentuknya 2 Ranting Kota Wamena dan Ranting Irian Atas.

Demikian sejarah berdirinya IKS.PI Kera Sakti Cabang Jayawijaya, awal mula pertemuan,  melatih  dan membuka latihan di Cabang Jayawijaya, semoga bisa dijadikan pengetahuan  dan pengingat bagi kita kedepan tentang Perguruan IKS.PI Kera Sakti yang berkembang pesat di Kab. Jayawijaya.

SEJARAH IKS.PI KERA SAKTI

Lambang IKS.PI Kera Sakti
PENDIRI IKS.PI KERA SAKTI ini yaitu Bp. R
TOTONG KIEMDARTO,
Putra dari Bp. RM. SENTARDI dan Ny. OEY KIEM
LIAN NIO.
Aslinya Perguruan ini hanya bernama IKATAN KELUARGA SILAT
( Disingkat IKS ) ” PUTRA INDONESIA ”, yang
dimaksudnya IKS =
Berpengharapan supaya siswa dan siswinya yang
latihan di
Perguruan menjadi suatu keluarga melalui seni beladiri dalam arti
persaudaraan.
Adapun PUTRA INDONESIA maksudnya adalah
meskipun Kung-Fu
dari Perguruan ini merupakan kebudayaan asing /
china akan tetapi organisasi yang menjadi wadahnya didirikan di
Indonesia pada
tahun 1980.
Sekitar Tahun 1983, perguruan ini diberi
tambahan nama dibelakang
IKS.PI yaitu KERA SAKTI, maksudnya = karena perguruan ini mengajarkan
Jurus Kungfu Kera,
tetapi masalah sebenarnya adalah murid – murid
dari perguruan ini
lebih dikenal dimasyarakat luar bukan sebagai
murid perguruan IKS,PI tetapi murida dari perguruan kera, bahkan
banyak yang salah
menafsirkan dengan menyebut Murid – murid
IKS.PI dalam
pengertian yang lain, jadi penambahan nama itu
hanya berfungsi untuk memudahkan PENGENALAN dan
terdengar lebih MENGENA,
Sesuai dengan bentuk dari perguruannya sendiri.
Nama Kera Sakti itu sendiri diambil dari Nama
SUN GO KONG / KAUW
CE THIAN ( Artinya KERA SAKTI ) Yaitu Raja Kera dari Gunung HWA KO
SAN didalam legenda tiongkok kuno yang
terkenal cerdik, perkasa
dan pernah mengacau Kahyangan / Langit
( Cerita tentang SEE YU / SUN GO KONG ini
pernah disalin dalam cerita serial bahasa jawa dimajalah Jayabaya yang
berjudul SANG
PRAJAKA/ SERAT PANGRUWATING BAPA
KISTA ).
Diatas sudah dikatakan bahwa perguruan ini dari
aliran NAN PIE HO JIEN artinya NAN = Selatan, PEI = Utara, HO =
Kera, JIEN = Jurus /
Kung – Fu, maksudnya adalah Perguruan ini
mengajarkan Kung Fu
dari Jenis Jurus Kera yang mengkombinasikan
Tinju Selatan dan Tendangan Utara sebagai Kiblat gayanya.
Menyinggung soal jenis gerakan Jurus pada Kung
fu itu sendiri,
terdiri dari bermacam – macam jenis, contoh :
Kung fu Kera, Bangau,
Harimau, Thay Kek Kun dsb, demikian juga tentang perguruan –
perguruan yang mengajarkan jurus – jurus
tersebut diatas, banyak
sekali macamnya di Tiongkok seperti Perguruan
Shaolin Pay, Bu
Tong Pay, Kun Lun Pay, dsb. mengenai jurus kera itu sendiri , meskipun
terdapat gerakan –
gerakan yang aneh dan lucu ( pada pelajaran tk.
Menengah dan
lanjutan ) tetapi sesungguhnya mengandung
serangan yang membahayakan, sesuai dengan sifat binatang
kera itu sendiri,
sehingga mampu bertanding dalam segala posisi
( Main bawah, main
atas , bantingan dsb)
untuk itu bagi para siswa yang ingin mempelajari sampai sempurna
harus mempunyai PHISIK YANG KUAT, GESIT
DAN LENTUR karena
Kung Fu yang asli sesungguhnya mempunyai
hubungan erat dengan
AKROBATIK. Sedangkan TINJU SELATAN itu maksudnya
adalah : Gaya Silat dari
Daerah PROPINSI HOKKIAN yang
mengutamakan permainan Tangan,
bantingan , main bawah.
hal ini terjadi karena pada umumnya penduduk didaerah Hokkian
hidupnya didataran rendah dan bekerja sebagai
petani atau
nelayan, yang lebih mengutamakan fungsi tangan
dari pada
kakinya, biasanya Jago – jago kungfu dari daerah ini mempunyai
TANGAN YANG KERAS danKUDA – KUDA KAKI
YANG KOKOH.
Kalau TENDANGAN UTARA itu maksudnya
adalah gaya silat dari
daerah Propinsi SHANTUNG, yang mengutamakan tendangan tinggi
dan loncatan, hal ini menjadi kebalikan dari
propinsi selatan /
HOKKIAN Sebab penduduk di SHANTUNG hidup
didataran tinggi /
pegunungan sehingga kaki memegang peranan penting , jago – jago
silat dari daerah ini pada umumnya memiliki
TENDANGAN YANG
TINGGI, LINCAH DAN LEMAS / LENTUR
SEPERTI KARET, yang bisa
diputar atau ditekuk untuk mendesak lawan dengan tendangan kaki
mereka.
Demikian sejarah singkat mengenai asal muasal
gerakan silat kungfu
IKS PI KERA SAKTI.